Kamis, 20 Agustus 2015

Perpisahan Sahabat-Sahabatku By Agustinus Keiya

Foto Makan Bersama
Oleh Mahasiswa Alumni Gorontalo 2015 , Agustinus Keiya
Tak sudih melepaskan sahabatku-sahabatku yang sekian lama kita telah mengsantapi raja sawah longjong berwarnah putih, sumber energi yang telah kita bangun tak kan pernah sirna bahkan putus hingga disini, di ujung Yamewa (Rumah Laki-Laki).  Aku hanya bisa menyampaikan selamat berjuang. Sang generasi penerus bangsa tanpa ku tinggalkan sesuatu untuk kalian, namun Rokok Magnum besar maknaku.

hahahahaha.hahahaha…!

Malam tanpa secera cahaya menerangi jiwa, menghiburi sewaktu kita seperti yang sebelumnya malam itu. Malam terakhir kita bersama, bersama awal dan akhir kita duduk, bercanda tawa. Dihiburi tanpa ragu dan bimbing agar aku selamat di perjalanan.

sepanjang malam menghiasi ruangan kamar 34, sebut saja kamar paling ujung sejak itu tanggal, 26 di bulan yang lalu 2015 tawa canda bersama rokok, kopi, hingga tangisan perpisahan kita tak juga dihiraukan, masih gembira bersama satu klub Meeyoka di Yamewa.
Waa…kebahagiaan itu, sangat terasa di pori-pori hingga hati yang paling dalam. Kebersamaan itu akan tetap ku kenang hingga alam bangsa kita.

Namun, sayang sahabat sahabatku, kita tidak bisa melanjutkan hidup bersama hingga selamanya aku harus melangkah meninggalkan kalian.

(Aku ditelfon…!)

Tidak lama kemudian, telepon masuk memanggilku, aku mengengok kesamping angkat HP yang memanggilku ternyata panggilan dari sopir mobil Avansa yang hendak aku buking semalam yang lalu.

Seusai berbincang, menaruhkan HPku di lantai tanpa sekata-kata yg dilontarkan untuk mereka (rekan-rekanku) di saat itu juga, Siapa itu? Tanya temanku,
Mulut berat untuk mengungkapkan bahwa, itu panggilan dari sopir. Ku tak rela melepaskan kata-kataku, dengan dekapan airmata kenangan yang hendak jatuh ke lantai Yamewa, aku tersungkur menyatakan tanpa ragu. lepaskan candaku…!

Itu panggilan dari sopir? Jawabku Karena Mereka (teman-temanku) tak sudih melepaskangku, memelukku dengan erat sebagian tubuh, kupandangi satu per satu mata mereka rapuh dalam tangisan sedih akan perpisahan saya dengan mereka.

Seusai tangisan bersama, barang-barang bawahan dan saya diantar sampai di depan mobil yang akan aku tumpangi itu. 

Sebelum star jalan mobil itu,  kakiku  sambil melangkah di mobil yang aku tumpangi ku keluarkan rencanaku yang direncanakan sebelumnya. Untuk memperkokok dan kuat persahabatan yang dibangun itu agar tidak hanya sampa kini dan disini.

Menurutku, rencana itu adalah ide yang paling baik yang perna aku pikirkan, agar persahabatan kita tak hanya sampai disini, harapan yang ku raih saat itu, agar persahabatan kita tetap untuk selamanya, maka satu hal sederhana yang kubuat saat itu semenit untuk berpisah, aku pun tak sia-siakan waktu semenit bersama mereka.

Tunggu….tunggung teman-teman!!! Ungkapku dengan sedih.

Ini saya punya rokok satu bungkus ini!! kataku dengan rela melepaskan mereka
Aku langsung mengeluarkan rokokku dari saku kesayangannya. 

Aku mulai membagikan sebungkus rokok itu kepada teman -teman, mereka dapat satu-satu batang. Aku memasangkan mereka api pada rokok dan ku pun tak sungkang–sungkan tinggal diam lepaskan kata—kata pesan terakhir…!

Di sela-sela kesediahan yang tak bisa di tahan itu. Selamat berjuang sahabat-sahabatku Tuhan menyertai kalian dalam melaksanakan tugas panggilan kalian hingga sukses. Salam kompak. bagiku sebatang rokok sangat bermakna untuk selamanya.

Jawab mereka… terimakasih dan selamat berpisah hingga tiba sampai di tanah Papua dengan selamat. Dan pesan yang kedua adalah rokok besar manfaat  bagi kami juga semoga melalui rokok ini jangan lupa menelepon kami kembali. Tuhan mengertai setiap langkahmu.
seusai bersalaman aku mulai melangkah demi langkah hingga meninggalkan mereka, namun berpisah dengan sahabat-sahabat tercinta bukan berarti untuk selamanya tetapi hanya saja pisah rumah. Persahabatan yang pernah ada tak akan pernah pudar dan terbawah arus ombak lautan bebas antara kita dan tak akan pernah dihentikan oleh siapapun. Selamat berjuang demi tanah dan bangsa maju bersama. Salam kompak.

Sahabat


Mee Yokaa Gorontalo

Sungguh indah tali persahabatan ini, seperti jalinan warna dalam indahnya pelangi bunga-bunga pun menyanyikan melodi, Menyemarakan suasana solidarity kita ini
Walau Canda tawa mengiringi kasih kita mari badai topan terjang bersama, bersatu hati melangkah bergandengan tangan, berjalan bersama atas dasar satu Motto.
Mari sobat....
Melangkahlah bersama-sama, satukan hati dan pikiran membangun tali persahabatan kita, Dengan penuh cinta dan kasih, hingga semakin banyak jiwa,boleh mengalami kasih-Nya yang memulihkan dan memperbaruhi

Asrama Papua 21-08-2015
02.56 WITA




Sahabat

Mudah ungkapkan kata sahabat namun tetapi kata SAHABAT memiliki arti yang teramat penting dalam kehidupan sosial. Sahabat akan selalu hadir di tiap kehidupan kita, ia dapat menghibur kita dikala saat kita sedih, membuat kita tertawa, setia menemani dimasa-masa suka maupun duka, dan selalu sabar dalam menyertai kehidupan kita.
Sahabat tidak akan pernah mencelakakan dan memanfaatkan kita, ia tak mau menunutut pamrih dan waktu dalam menolong, ia akan melakukan sesuatu disaat kita membutuhkannya tanpa meminta  imbalan, balas jasa, bahkan ucapan terima kasih.
 Kita dapat menemukan banyak karakter untuk dijadikan sahabat, tetapi dalam menemukan sahabat tidak semudah yang kita bayangkan, tidak cukup dengan perkenalan yang singkat atau memerlukan waktu yang lama dalam kita menilai seseorang untuk menjadi sahabat, karena sahabat akan hadir dengan sendirinya tanpa kita sadari dan dalam kurun waktu yang tidak dapat kita tentukan.
Tidak ada satu orang pun yang tidak membutuhkan sahabat, semua pasti mengiginkan untuk memiliki sahabat, dimana dengan adanya sahabat kita dapat mencurahkan seluruh isi hati kita, bahkan sampai sesuatu hal yang sangat rahasia pun dapat diungkapkan pada sahabat kita, Dan sahabat akan menyimpannya erat/kuat dalam hatinya bahkan akan rela untuk mengorbankan dirinya demi menjaga rahasia sahabatnya.
SAHABAT  ia datang bukan karena harta benda dan mewah namun tetapi ia datang karena utusan dari Tuhan Allah jadi rawatlah baik-baik sahat mu.


Gorontalo, 21-08-2015. 02.22
Asrama Papua Cenderawasih IX
Nomor K. 20 Lantai 2